Festival Piala Bupati Ponorogo Meriahkan Hari Jadi ke-530

PONOROGO | NARASINFO.ID – Festival Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Ponorogo turut memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo. Ajang yang mempertemukan penghobi dan komunitas kicau mania tersebut digelar di Gantangan Wengker Park, Minggu (16/8/2026).

Lomba dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para penghobi untuk menguji kualitas burung andalan atau gacoan sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas.

Ketua Panitia Festival Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Ponorogo, Rian P Handoko, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para penghobi dan komunitas untuk berkumpul, berkompetisi secara sportif, sekaligus mempererat hubungan antarkicau mania.

Sejumlah kelas dilombakan dengan mengangkat nama-nama yang lekat dengan identitas Ponorogo, di antaranya Bunda Kicau, Reog Ponorogo, Klono Sewandono, Suro Manggolo, Bujang Ganong, Jathil, dan Warok.

Sejumlah kelas menyediakan hadiah hingga jutaan rupiah, disertai trofi dan piagam penghargaan bagi para pemenang. Khusus kelas dengan tiket 550 dan 350, panitia menyiapkan hadiah tambahan berupa anakan trotol murai batu dari penangkaran Renata Farm.

Aspek sportivitas juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan lomba. Peserta maupun pendukung dilarang meneriakkan nomor gantangan atau memberikan tanda tertentu yang dapat memengaruhi jalannya penilaian. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada diskualifikasi.

Antusiasme peserta dan komunitas kicau mania turut mewarnai pelaksanaan lomba. Kehadiran peserta dari kalangan penghobi dan komunitas menjadi bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Ponorogo.

Festival Piala Bupati Ponorogo menjadi ruang bagi komunitas untuk menyalurkan hobi, menguji kualitas burung lomba, serta membangun jejaring dan persaudaraan antarpenghobi.

Kegiatan tersebut mengusung semangat Ponorogo Hebat. Panitia berharap festival serupa dapat terus berkembang dan menarik peserta dari berbagai daerah.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi bagi peserta, komunitas, dan pengunjung yang hadir di sekitar lokasi penyelenggaraan.