Mahasiswa UNESA Gagas MARICYCLE untuk Atasi Mikroplastik Laut

NARASINFO.ID – Lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggagas inovasi MARICYCLE sebagai konsep teknologi terintegrasi untuk membantu menangani persoalan pencemaran mikroplastik di laut sekaligus mendukung upaya restorasi ekosistem maritim Indonesia.

Gagasan tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) dengan mengusung judul “MARICYCLE: Inovasi Advanced Technology Berbasis Electrostatic-Thermochemical Integrated System untuk Pemrosesan Mikroplastik Laut Menuju Restorasi Ekosistem Maritim Indonesia.”

Pencemaran mikroplastik menjadi salah satu ancaman lingkungan yang semakin mendapat perhatian. Partikel berukuran sangat kecil ini sulit terlihat secara langsung, tetapi dapat tersebar di lingkungan perairan, mengganggu ekosistem laut, serta berpotensi masuk ke dalam rantai makanan melalui biota laut yang dikonsumsi manusia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

Berangkat dari persoalan itu, Novita Nurkhasanah, Nadzila Zahra Aprilia, Rendy Syahputra Riyadi, Sarah Amaylia, dan Tevan Agus Setiawan mengembangkan MARICYCLE sebagai konsep sistem terintegrasi untuk menangani mikroplastik melalui sejumlah tahapan, mulai dari capture, separation, conversion, hingga resource recovery.

Pendekatan tersebut membuat MARICYCLE tidak hanya berfokus pada penangkapan mikroplastik, tetapi juga pada proses pengelolaan lanjutan setelah pencemar dipisahkan. Dengan demikian, mikroplastik yang telah ditangani diharapkan tidak sekadar berpindah menjadi residu baru.

Untuk menyempurnakan gagasan tersebut, Tim PKM-VGK MARICYCLE melakukan audiensi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur. Dalam audiensi tersebut, DKP Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi terhadap gagasan dan upaya mahasiswa UNESA dalam menghadirkan inovasi untuk mendukung penanganan persoalan mikroplastik di laut.

“Kami dari pihak DKP sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh adik-adik mahasiswa ini. Semoga dengan adanya PKM ini bisa membantu kami juga untuk menjaga kelestarian ekosistem laut yang ada di Jawa Timur khususnya,” ujar pihak DKP Provinsi Jawa Timur.

Apresiasi dan masukan dari DKP Provinsi Jawa Timur menjadi dorongan bagi Tim PKM-VGK MARICYCLE untuk terus menyempurnakan inovasi tersebut. Melalui MARICYCLE, tim berharap gagasan yang dikembangkan dapat turut mendorong upaya penanganan mikroplastik sekaligus mendukung pelestarian dan restorasi ekosistem maritim Indonesia. (Tim)