Generasi Cerdas Digital Dorong Anak Muda Magetan Bijak Bermedia Sosial

MAGETAN | NARASINFO.ID – Perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Di satu sisi, media sosial dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan mendukung berbagai aktivitas positif. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi tanpa dibarengi pemahaman dan etika dapat menimbulkan persoalan.

Karena itu, generasi muda di Kabupaten Magetan didorong untuk lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, untuk kepentingan yang produktif dan mendukung pembangunan daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam sosialisasi Generasi Cerdas Digital yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Siti Mukiyarti, di Magetan. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PWMOI Magetan.

Sekitar 100 anak muda Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi turut dihadiri Camat Sidorejo, Budi Andriana.

Budi menilai kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai literasi digital menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang cukup agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.

“Dengan pesatnya perkembangan teknologi, acara pelatihan seperti ini sangat penting bagi anak-anak muda, karena banyak belum tahu mengenai etika dalam bermedia sosial,” kata Budi, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Budi, salah satu persoalan yang masih mudah ditemui dalam penggunaan media sosial adalah kebiasaan membagikan informasi maupun konten tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.

Kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi membuat setiap pengguna media sosial perlu lebih berhati-hati. Sebelum sebuah informasi diteruskan kepada orang lain, pengguna perlu memastikan sumber dan kebenaran informasi tersebut.

Budi berharap pelatihan Generasi Cerdas Digital dapat memberikan bekal kepada peserta untuk lebih kritis dalam menerima informasi. Salah satunya melalui kebiasaan melakukan cek dan ricek sebelum membagikan sebuah konten di media sosial.

“Kalau dulu ada istilah mulutmu harimaumu, sekarang ini jari yang bisa membahayakan,” ungkapnya.

Menurut Budi, pernyataan tersebut menggambarkan besarnya tanggung jawab pengguna media sosial saat ini. Informasi yang dibagikan melalui jari dapat menyebar dengan cepat dan menjangkau banyak orang. Karena itu, penggunaan media sosial membutuhkan kehati-hatian, terutama ketika menyangkut informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Selain persoalan etika bermedia sosial, Budi juga mendorong generasi muda agar melihat perkembangan teknologi sebagai peluang. Media sosial dan AI, kata dia, tidak semestinya hanya digunakan untuk kepentingan pribadi atau hiburan, tetapi juga dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas.

Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan berbagai potensi dan keberhasilan pembangunan di desa. Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, berbagai kegiatan positif di tingkat desa dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.

Budi pun mengapresiasi langkah Siti Mukiyarti yang menghadirkan sosialisasi Generasi Cerdas Digital di wilayahnya. Dia menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting karena pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga SDM,” ujarnya.

Menurut Budi, kegiatan yang dilaksanakan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya membangun sumber daya manusia melalui peningkatan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan teknologi digital.

Dengan bekal literasi digital yang lebih baik, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi secara bijak, tetapi juga dapat mengambil manfaat dari perkembangan digital untuk hal-hal yang produktif dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan serta pembangunan daerah. (Red)