NGAWI | NARASINFO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi mengintensifkan sosialisasi perluasan program imunisasi rutin untuk meningkatkan perlindungan anak terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Perluasan program imunisasi rutin tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Kesehatan dengan penambahan jumlah antigen imunisasi rutin wajib dari sebelumnya 11 menjadi 14 antigen.
Beberapa antigen tambahan dalam program tersebut di antaranya Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk membantu mencegah penyakit akibat infeksi pneumokokus, termasuk pneumonia; Rotavirus untuk mencegah diare berat akibat infeksi rotavirus; Human Papillomavirus (HPV) untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV yang menjadi salah satu penyebab utama kanker serviks; serta Inactivated Poliovirus Vaccine dosis kedua (IPV2) sebagai penguatan perlindungan terhadap polio.
Kepala Dinkes Kabupaten Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, M.MKes, mengatakan perluasan imunisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan masyarakat sejak usia dini.
“Melalui sosialisasi yang optimal, diharapkan dapat mencegah penyakit berbahaya di masyarakat, khususnya di wilayah Ngawi,” ujar Heri.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dan sasaran yang telah ditetapkan.
Karena itu, Heri menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk memperkuat sosialisasi hingga tingkat desa. Edukasi tersebut diharapkan melibatkan bidan desa agar informasi mengenai jenis, manfaat, sasaran, dan jadwal imunisasi dapat diterima masyarakat secara lebih luas.
Masyarakat dapat memperoleh layanan imunisasi secara gratis melalui Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit sesuai jadwal dan ketentuan sasaran imunisasi.
Dinkes Ngawi mengimbau orang tua dan keluarga agar tidak melewatkan jadwal imunisasi anak. Pemberian imunisasi secara lengkap dan tepat waktu dinilai penting sebagai bagian dari upaya perlindungan anak sekaligus mendukung terbentuknya generasi yang sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. (Rit/ADV)
