Pengunjung Telaga Sarangan Dimarahi Pedagang Sate

MAGETAN | NARASINFO.ID – Seorang pengunjung Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pedagang sate di kawasan wisata tersebut. Cerita itu viral setelah diunggah akun Instagram @magetanbanget pada Minggu (2/11/2025).

Dalam unggahan tersebut, pengunjung menuturkan bahwa dirinya sempat dimarahi dan diumpat saat menikmati nasi pecel di meja berwarna cokelat. Ia mengaku sudah mendapat izin dari penjual nasi pecel untuk duduk di sana, namun belum lima menit kemudian, seorang perempuan yang disebut sebagai pedagang sate datang dan langsung memarahinya.

“Ternyata meja itu katanya milik penjual sate. Belum ada lima menit kami makan, ada ibu-ibu langsung marah-marah dan bicara kotor. Katanya itu wilayahnya dia, kalau mau duduk di situ harus beli juga jualannya,” tulis pengunjung tersebut.

Ia mengaku tidak keberatan untuk pindah tempat, tetapi berharap pedagang bisa berbicara dengan sopan. “Bisa dengan cara yang lebih baik, tidak dengan kata kasar dan makian,” tambahnya.

Unggahan itu langsung menuai banyak komentar dari warganet. Sebagian besar menyayangkan sikap pedagang yang dianggap mencoreng citra wisata Telaga Sarangan. Beberapa netizen juga menilai kejadian serupa sering terjadi di lokasi wisata andalan Kabupaten Magetan tersebut.

Akun @oreosachet_ menulis, “Pinggiran telaga sebaiknya diberi pembatas antara area umum dan tempat jualan agar pengunjung tidak bingung.” Akun @mazzd_1905 menambahkan, “Kalau yang kasar itu pedagang, bisa bikin orang luar kota kapok datang lagi.”

Komentar serupa juga datang dari akun @grandhinta yang menilai kondisi Telaga Sarangan semakin tidak nyaman. “Terakhir ke Sarangan panas, penuh polusi, bakule rodok ngno’i. Dinas pariwisata harus tegas,” tulisnya.

Menanggapi hal itu, Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan, Eka Radityo, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengingatkan para pedagang di kawasan Telaga Sarangan agar menjaga etika dan tidak bersikap kasar kepada pengunjung.

“Beberapa kali sudah kami ingatkan. Teman-teman juga sering patroli bersama Satpol PP untuk mengingatkan para pelaku usaha agar bersikap ramah terhadap wisatawan,” jelas Eka, Minggu (2/11/2025).

Menurutnya, pedagang yang terbukti tidak ramah bisa mendapat sanksi dari paguyuban pedagang. “Sanksinya bisa berupa pembekuan atau pencabutan keanggotaan dari paguyuban,” tegasnya.

Eka berharap para pelaku usaha di kawasan wisata Telaga Sarangan dapat menjaga nama baik Magetan sebagai destinasi yang nyaman dan ramah bagi wisatawan.