NGAWI | NARASINFO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi memperkuat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak prasekolah usia 1–6 tahun. Program ini diarahkan untuk mendeteksi gangguan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Penguatan program tersebut dilakukan melalui evaluasi CKG anak prasekolah 2026 yang digelar di Aula Dinkes Ngawi, Selasa (28/7/2026). Kegiatan itu melibatkan pengelola program kesehatan ibu dan anak (KIA), bidan koordinator, serta penanggung jawab Puskesmas se-Kabupaten Ngawi.
Kepala Bidang Pelayanan Dinkes Ngawi, drg. Retno Dewi Sulistiorini, mengatakan CKG merupakan langkah preventif untuk mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
“Ini merupakan langkah deteksi potensi gangguan sejak dini. Jadi bukan hanya menunggu penyakit datang, tetapi mengedepankan pencegahan agar generasi kita lebih sehat,” ujarnya.
Pada kelompok anak prasekolah, pemeriksaan CKG mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, penilaian perkembangan anak, skrining penglihatan dan pendengaran, pemeriksaan kesehatan gigi dan kesehatan jiwa, serta deteksi dini kelainan.
Pelaksanaan CKG saat ini telah berjalan di 24 Puskesmas yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi. Masyarakat dapat mendaftarkan anak melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, chatbot WhatsApp Kementerian Kesehatan, atau datang langsung ke Puskesmas.
Untuk memperluas cakupan program, Dinkes Ngawi menyiapkan sejumlah langkah penguatan. Di antaranya pemutakhiran data sasaran bersama Dinas Pendidikan dan lembaga PAUD/TK, integrasi layanan CKG dengan Posyandu dan kegiatan sekolah, peningkatan kapasitas petugas, serta edukasi kepada orang tua.
Hasil pemeriksaan dapat diakses melalui fitur “Hasil Cek Kesehatan Gratis/Rapor Kesehatan” pada SATUSEHAT Mobile. Informasi tersebut dapat digunakan orang tua untuk mengetahui kondisi kesehatan anak dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai kebutuhan.
Dinkes Ngawi menargetkan cakupan CKG anak prasekolah terus meningkat sepanjang 2026. Melalui deteksi dini, berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan tumbuh kembang, anemia, gangguan penglihatan, dan kelainan lainnya, diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. (Rit/ADV)
