Ratusan Desa di Magetan Akan Terima Bantuan Keuangan Akhir Tahun

MAGETAN | NARASINFO.ID – Sebanyak 112 desa di Kabupaten Magetan akan mendapatkan bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan sebagai “kado akhir tahun.” Bantuan ini direncanakan cair pada akhir tahun 2024 dengan total anggaran sebesar Rp 16,9 miliar.

Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tersebut akan disalurkan ke 18 kecamatan yang tersebar di 194 titik, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Magetan, Eko Muryanto.

“Proses pencairan BKKD saat ini masih dalam tahap verifikasi. Total anggaran untuk 112 desa telah dialokasikan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD,” ujar Eko, Rabu (4/12/2024).

Namun, Eko menyebutkan bahwa nilai bantuan yang diterima tiap desa tidak sama. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada usulan kebutuhan di setiap titik. “Nominal per titiknya tidak seragam karena menyesuaikan dengan usulan dari masing-masing desa,” jelasnya.

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan pembangunan dan pengembangan di desa-desa yang menjadi penerima, terutama dalam hal infrastruktur dan pelayanan publik. Program BKKD ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Magetan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

Sebagai langkah akhir, Pemkab akan memastikan proses verifikasi berjalan dengan lancar sehingga bantuan bisa segera disalurkan sesuai jadwal. Dengan adanya alokasi anggaran ini, pemerintah berharap desa-desa penerima dapat memanfaatkannya secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Keberadaan BKKD menjadi salah satu bukti komitmen Pemkab Magetan dalam mendukung pembangunan berbasis kebutuhan lokal. Dengan alokasi yang mencapai hampir Rp 17 miliar, program ini menjadi prioritas penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa di Kabupaten Magetan.

Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) adalah salah satu program strategis Pemkab Magetan yang difokuskan pada pembangunan desa. Dengan anggaran yang signifikan, pemerintah optimistis program ini dapat memberikan dampak positif bagi ratusan desa di wilayah tersebut. (bgs)