Dinkes Ngawi Perkuat Pencegahan Stunting melalui Posyandu dan Intervensi Gizi

NGAWI | NARASINFO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi (Dinkes Ngawi) terus memperkuat program pencegahan stunting di Ngawi melalui penguatan layanan kesehatan, intervensi gizi, hingga edukasi remaja. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menekan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, M.MKes, mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini mulai dari perencanaan keluarga, masa kehamilan, hingga pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu.

“Pencegahan dilakukan sejak dini, mulai dari perencanaan kehidupan berkeluarga, masa kehamilan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu,” ujarnya, Jumat (22/6/2026).

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinkes Ngawi memaksimalkan pemberian Pangan Olahan untuk Diet Khusus (PKMK) bagi balita yang berisiko mengalami gagal tumbuh, gizi kurang, maupun gizi buruk. Program intervensi gizi tersebut diberikan berdasarkan rekomendasi dokter spesialis dengan pengawasan tenaga kesehatan.

Selain itu, Dinkes Ngawi juga meminta seluruh puskesmas meningkatkan deteksi dini kasus stunting melalui pemantauan rutin dan turun langsung ke masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar balita yang mengalami gangguan pertumbuhan dapat segera mendapatkan penanganan.

“Saat rakor dengan tim kesehatan di wilayah dan puskesmas, saya minta dilakukan deteksi dini serta pengecekan rutin. Saya juga berharap setiap wilayah membuat inovasi program penanganan gizi dan stunting,” kata Heri.

Posyandu Jadi Garda Terdepan Pencegahan Stunting di Ngawi

Dinkes Ngawi menilai keberadaan posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pencegahan stunting di Ngawi. Melalui layanan kesehatan dasar tersebut, masyarakat dapat lebih mudah memperoleh pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Selain pemantauan tumbuh kembang anak, posyandu juga menjadi sarana edukasi kesehatan dan peningkatan pemenuhan gizi keluarga di tingkat desa. Karena itu, Dinkes Ngawi terus mendorong penguatan layanan posyandu di seluruh wilayah.

Edukasi Remaja Jadi Bagian Pencegahan Stunting

Sementara itu, Dinkes Ngawi juga menggencarkan edukasi kesehatan bagi remaja, khususnya remaja putri, sebagai bagian dari pencegahan stunting sejak dini. Program tersebut dilakukan melalui penyuluhan gizi, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian tablet tambah darah untuk mencegah anemia.

Program edukasi itu dikemas dalam kegiatan bertema “Remaja Sehat Generasi Kuat, Bersatu Lawan Stunting Sedini Mungkin”.

Menurut Heri, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi faktor penyakit dan pola pengasuhan anak di lingkungan keluarga.

“Penanganan dan pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat harus ikut berperan sejak dini, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga balita agar rutin memeriksakan kesehatan di posyandu maupun pos pelayanan terpadu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dinkes Ngawi berharap keterlibatan masyarakat, penguatan layanan kesehatan, dan inovasi program di tingkat desa mampu mempercepat penurunan angka stunting di Ngawi sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (Rit/ADV).