Lapas Kumbang Gelar Pelatihan Barista untuk Bekali Warga Binaan

CILACAP | NARASINFO.ID – Lapas Kelas IIA Kumbang Nusakambangan terus menghadirkan program pembinaan produktif bagi warga binaan. Salah satu program yang dijalankan yakni pelatihan barista untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kalapas Kumbang bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) serta Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja).

Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Kerja

Dalam pelatihan barista itu, peserta memperoleh materi tentang teknik dasar meracik kopi, penggunaan alat barista, hingga pelayanan pelanggan.

Program pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kumbang dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi teori maupun praktik yang diberikan instruktur. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh semangat.

Kalapas Kumbang mengatakan, pelatihan barista menjadi bentuk komitmen lapas dalam memberikan pembinaan yang nyata dan bermanfaat bagi warga binaan.

“Melalui pelatihan barista ini kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Harapannya mereka memiliki peluang usaha maupun kemampuan kerja sehingga dapat kembali diterima di masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Bangun Mental dan Pola Pikir Positif

Selain meningkatkan kemampuan kerja, pelatihan barista juga menjadi sarana pembinaan mental dan kedisiplinan bagi warga binaan. Program tersebut diharapkan mampu membentuk pola pikir yang lebih positif selama menjalani masa pidana.

Menariknya, kegiatan itu juga diikuti narapidana kasus tindak pidana terorisme. Mereka mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan tertib dan aktif.

Hal tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan terbuka bagi seluruh warga binaan tanpa terkecuali.

Melalui pendekatan humanis dan pembinaan berbasis keterampilan, Lapas Kumbang berharap para WBP memiliki harapan baru serta kesiapan untuk kembali hidup mandiri di tengah masyarakat setelah bebas