MAGETAN | NARASINFO.ID – Anggota DPR RI Komisi VII dari Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Jawa Timur, Novita Hardini menggelar kegiatan reses bertema “Menjemput Aspirasi” di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan lima desa di Kecamatan Ngariboyo, pelaku UMKM, serta masyarakat umum yang memanfaatkan forum itu untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi ekonomi saat ini.
Dalam agenda reses tersebut, Novita juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan kelompok UMKM sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak tekanan ekonomi.
Pada sambutannya, Novita menegaskan bahwa masa reses menjadi momentum penting bagi anggota legislatif untuk turun langsung mendengar persoalan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Saya ingin menyapa masyarakat, duduk bersama tanpa jarak, mendengarkan langsung apa yang menjadi keluh kesah mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional secara data memang mengalami peningkatan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat kecil.
“Secara data pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,6 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Tetapi ketika dilihat lebih jauh di tingkat bawah, masih banyak masyarakat yang merasa kondisi ekonominya semakin sulit dibanding beberapa tahun sebelumnya,” katanya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai aspirasi secara terbuka. Keluhan paling banyak disampaikan terkait naiknya harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani ekonomi keluarga.
Selain itu, warga juga menyoroti minimnya lapangan pekerjaan dan berharap pemerintah lebih serius menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil.
Salah seorang warga penyandang disabilitas, Wiji, berharap mendapatkan bantuan kaki palsu karena mengalami cacat sejak kecil. Ia juga meminta agar bantuan sosial seperti PKH dan BLT tetap dipertahankan bagi masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Warga lainnya meminta pemerintah melakukan evaluasi data penerima bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Aspirasi terkait bantuan kursi roda bagi warga Kecamatan Ngariboyo juga turut disampaikan dalam forum tersebut.
Tak hanya itu, seorang pedagang nasi pecel mengaku pendapatannya menurun sejak adanya program MBG (Makan Bergizi Gratis). Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli di kalangan pedagang kecil.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Novita menegaskan dirinya tidak hanya datang untuk mendengarkan, namun juga berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat di tingkat pusat.
“Saya turun langsung untuk mendengarkan masyarakat. Tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami kebutuhan mereka, termasuk kesulitan membeli kebutuhan pokok akibat kenaikan harga,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sejumlah aspirasi berupa bantuan langsung masih memungkinkan untuk segera direalisasikan. Sementara usulan yang berkaitan dengan regulasi dan kebijakan nasional membutuhkan proses perjuangan lebih panjang.
“Kalau bentuknya bantuan barang, tentu lebih mudah direalisasikan. Tetapi kalau berkaitan dengan regulasi dan kebijakan nasional, prosesnya membutuhkan perjuangan karena beririsan dengan banyak kepentingan dan prioritas pemerintah,” jelasnya.
Terkait program MBG, Novita menilai program tersebut sejatinya memiliki tujuan baik untuk menggerakkan ekonomi lokal apabila pelaksanaannya benar-benar melibatkan pelaku usaha kecil di daerah.
“Saya memahami niat baik pemerintah untuk menggerakkan ekonomi lokal. Yang perlu diperjuangkan adalah agar masyarakat kecil benar-benar mendapatkan manfaat dan terangkat ekonominya melalui program MBG,” tegasnya.
Ia juga menyebut berkurangnya APBN turut berdampak pada pengurangan kuota sejumlah bantuan sosial, seperti BLT dan PKH. Meski demikian, dirinya memastikan akan terus mengawal kebijakan perlindungan sosial agar tetap berpihak kepada masyarakat kecil.
“Saya akan terus mengawal agar kebijakan bantuan sosial dan perlindungan masyarakat dapat direvisi serta lebih tepat sasaran,” tandasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Novita berharap aspirasi masyarakat Kecamatan Ngariboyo dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama terkait perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, serta pembukaan lapangan pekerjaan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.
