MAGETAN | NARASINFO.ID – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui kampus UNESA 5 menggelar International Conference on Applied Physics for Sustainable Future (ICAPSTURE) 2026 di Grand H.A.P Kintamani Hotel & Villa Sarangan, Kabupaten Magetan, pada 5–6 Agustus 2026.
Konferensi internasional bertema “Integrating Applied Physics for Sustainable Future” tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, serta praktisi dari berbagai negara. Melalui ICAPSTURE 2026, para peserta mempresentasikan hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan fisika terapan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
ICAPSTURE 2026 menghadirkan sejumlah pakar dunia sebagai keynote speaker. Mereka di antaranya Prof. Dr. Michael Phillips dari Monash University, Australia, Prof. Dr. Hab. Inż. Jacek Ryl dari Gdańsk University of Technology, Polandia, serta Prof. Paulus Insap Santosa dari Universitas Gadjah Mada. Selain itu, sejumlah pembicara dari Indonesia dan Singapura turut berbagi pengalaman serta hasil riset di bidangnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian dunia. Topik tersebut meliputi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), energi terbarukan, nanoteknologi, Internet of Things (IoT), robotika, biofisika, material maju, hingga pemodelan lingkungan. Ragam pembahasan itu menunjukkan semakin pentingnya peran fisika terapan dalam menjawab tantangan global.
Sebagai forum ilmiah bereputasi internasional, ICAPSTURE 2026 juga memberikan nilai tambah bagi para peneliti. Makalah yang lolos proses seleksi akan dipublikasikan dalam IOP Conference Series yang terindeks Scopus. Publikasi tersebut diharapkan mampu memperluas diseminasi hasil penelitian sekaligus meningkatkan jejaring kolaborasi antarpeneliti dari berbagai negara.
Wakil Bupati Magetan mengapresiasi penyelenggaraan ICAPSTURE 2026 di Kabupaten Magetan. Menurutnya, kepercayaan UNESA memilih kawasan wisata Sarangan sebagai lokasi konferensi internasional menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada komunitas akademik dunia.
“Kami mengapresiasi dan sangat mendukung apa yang dilakukan UNESA. Kegiatan internasional seperti ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan potensi Magetan kepada dunia sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kolaborasi pendidikan, riset, dan inovasi. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut dan semakin berkembang,” ujar Wakil Bupati Magetan.
Selain memperkuat jejaring riset internasional, penyelenggaraan ICAPSTURE 2026 juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan, pariwisata, dan perekonomian lokal. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi momentum untuk memperkenalkan Magetan sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan ilmiah berskala global.
Melalui ICAPSTURE 2026, UNESA kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi pada inovasi serta pembangunan berkelanjutan. Konferensi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring riset internasional melalui kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu. (Red)
