MAGETAN | NARASINFO.ID – Ribuan siswa dari berbagai sekolah di Magetan memadati GOR Ki Mageti, untuk menyaksikan pembukaan Turnamen Futsal Bupati Cup VIII dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 SMK Yosonegoro Magetan pada Kamis (16/1/2025).
Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan gong oleh Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Winarto. Momen ini diiringi atraksi kesenian Reog Ponorogo Yosomenggolo, sebuah pertunjukan tradisional yang menjadi simbol kekuatan dan pelestarian budaya lokal oleh SMK Yosonegoro.
Dalam sambutannya, Winarto mengapresiasi upaya SMK Yosonegoro dalam menyelenggarakan acara yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mempererat hubungan antar sekolah serta menggerakkan roda perekonomian daerah.
“SMK Yosonegoro telah menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengembangkan pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi budaya dan ekonomi daerah,” ujar Winarto.
Sementara itu, Kepala SMK Yosonegoro, Muh. Amien, menekankan pentingnya momen ini untuk refleksi dan perencanaan masa depan sekolah. Ia juga menyampaikan rencana pengembangan turnamen ke tingkat karesidenan pada tahun mendatang.
“Tahun depan, kami berharap turnamen ini bisa diperluas hingga tingkat karesidenan. Kami akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar kegiatan ini semakin besar dan bermanfaat,” katanya.
Tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, HUT ke-33 SMK Yosonegoro juga memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Puluhan pelaku UMKM turut meramaikan bazar di sekitar area GOR Ki Mageti, menawarkan produk kuliner hingga kerajinan khas Magetan.
“Penting bagi kami untuk mengintegrasikan pendidikan dengan ekonomi kreatif. Dengan melibatkan UMKM, kami berharap acara ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelas Muh. Amien.
HUT ke-33 SMK Yosonegoro dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pentas seni, bazar siswa, dan pertandingan final turnamen futsal yang akan digelar pada 18 Januari 2025.
“Kami berharap turnamen futsal ini dapat menjadi ajang kompetisi yang menjunjung semangat, fair play, dan persaudaraan. Dengan begitu, acara ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga pengembangan karakter siswa,” tutup Muh. Amien.
Acara ini menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan, budaya, dan ekonomi dapat terintegrasi untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. (Zin)
