Pada hari ini, Kamis, 5 Desember 2024, 22 wilayah di Jawa Timur, termasuk Kota Surabaya, mengalami hujan lebat yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Curah hujan yang tinggi ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan instansi terkait, mengingat dampak yang dapat ditimbulkan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan lebat yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer Rossby. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan.
Daftar Wilayah Jatim yang Waspada Hujan Lebat
Menurut informasi yang dirilis oleh BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang diprediksi akan berlangsung hingga hari ini. Berikut adalah daftar 22 wilayah di Jawa Timur yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat, dirangkum dari Instagram BMKG Juanda:
- Pamekasan
- Bangkalan
- Jember
- Magetan
- Ponorogo
- Bojonegoro
- Pasuruan
- Mojokerto
- Kota Batu
- Lamongan
- Ngawi
- Sampang
- Lumajang
- Malang
- Madiun
- Kota Madiun
- Nganjuk
- Kota Pasuruan
- Sidoarjo
- Tuban
- Gresik
- Kota Surabaya
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jatim
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini mengenai peningkatan potensi curah hujan pada bulan Desember 2024, yang dapat memicu cuaca ekstrem di seluruh wilayah Jawa Timur. Hal ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, selama periode tersebut.
Kondisi ini disebabkan oleh masuknya musim hujan, di mana beberapa wilayah sudah berada pada puncak musim hujan. Fenomena gelombang atmosfer MJO yang melintasi Jawa Timur berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan-awan penghujan. Selain itu, aktifnya Monsun Asia juga menambah suplai uap air, sementara suhu muka laut di perairan sekitar Jawa Timur yang hangat meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama musim hujan dan puncak musim hujan. Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.
Dampak Hujan Lebat dan Imbauan dari BMKG
BMKG menyatakan bahwa hujan lebat dapat menyebabkan jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi, longsor, dan guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah. Selain itu, volume aliran sungai yang meningkat dapat mengakibatkan banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Sebaiknya, hindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Pastikan untuk selalu memperbarui informasi terkait cuaca dan, jika terjadi bencana, segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana yang mungkin terjadi(bgs). Sumber
