PACITAN | NARASINFO.ID – Ribuan jamaah menghadiri peringatan Haul ke-9 KH. Umar Syahid atau yang akrab disapa Mbah Umar Tumbu, di Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, pada Sabtu (4/10/2025) bertepatan dengan 12 Rabi’ul Akhir 1447 H.
KH. Umar Syahid dikenal sebagai ulama sepuh yang dermawan, lemah lembut, dan sangat disegani di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) Pacitan. Beliau merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren dan Masjid Nurrohman Donorojo, serta dikenal luas karena ketulusannya dalam beramal.
Sosok Dermawan dan Inspiratif
Mbah Umar Tumbu lahir sekitar tahun 1903 di Dusun Klepu Kiyut, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Setelah menikah, beliau menetap di Dusun Jajar, Desa Donorojo, sekitar 30 kilometer dari pusat kota Pacitan.
Semasa hidupnya, Mbah Umar dikenal loman (dermawan) dan selalu menebarkan kebaikan kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata kedermawanannya adalah menghibahkan tanah beserta lima bangunan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan untuk pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Donorojo.
Dari tanah wakaf tersebut, kini SMKN 1 Donorojo tumbuh menjadi sekolah unggulan di Pacitan, dan jasa KH. Umar Syahid terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah pendidikan di wilayah tersebut.
Dihadiri Pejabat dan Tokoh Agama
Peringatan Haul ke-9 KH. Umar Syahid dihadiri oleh Bupati Pacitan beserta jajaran Forkopimda, Camat Donorojo, serta tokoh agama dan masyarakat dari berbagai daerah di Pacitan dan sekitarnya.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah bersama, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari shahibul bait, dan penyampaian manaqib (riwayat hidup dan keteladanan) KH. Umar Syahid oleh Drs. Moh. Mursid, perwakilan keluarga besar almarhum.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pengajian akbar yang diikuti ribuan jamaah, dan ditutup dengan doa bersama serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara khidmat.
Warisan Kebaikan yang Tak Lekang Waktu
Haul ke-9 KH. Umar Syahid tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok ulama kharismatik, tetapi juga menjadi momentum meneladani semangat kepedulian, kedermawanan, dan perjuangan beliau dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Warisan nilai-nilai luhur yang ditinggalkan KH. Umar Syahid diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berbuat kebaikan dan berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa (Zin)
