Reses Riyono Caping, Aspirasi Magetan 2027 Jadi Fokus

MAGETAN | NARASINFO.ID – Pemerataan program aspirasi dan ketepatan sasaran bantuan menjadi perhatian dalam persiapan penyaluran program pemerintah tahun 2027 di Kabupaten Magetan. Evaluasi program yang telah direalisasikan juga menjadi bagian dari agenda reses anggota DPR RI Riyono Caping di daerah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra Kusuma Arianto, mengatakan agenda reses dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya sekaligus menghimpun kebutuhan masyarakat untuk tahun mendatang.

“Alhamdulillah, prinsipnya adalah evaluasi dari program-program aspirasi yang sudah diturunkan selama ini. Selain itu, juga persiapan aspirasi masyarakat untuk tahun 2027,” ujar Indra, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, penyaluran program tidak cukup hanya memastikan bantuan diterima masyarakat. Kesiapan kelompok penerima, kesesuaian dengan tujuan program, serta kemampuan mengembangkan bantuan menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat berkelanjutan.

Indra menegaskan, komunikasi dan kesepahaman antara pihak terkait perlu dibangun sejak awal. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan program pemerintah pusat dapat diterima sesuai kebutuhan dan tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata.

“Yang jelas harus ada kesepahaman, sehingga program dari pusat itu bisa diterima. Kemudian yang kedua, harus tepat sasaran dan sesuai dengan maksud serta tujuan program itu diturunkan. Jangan sampai hanya mau menerima, tetapi akhirnya tidak bisa berkembang di masyarakat,” katanya.

Dalam persiapan program aspirasi, pendekatan penyaluran disesuaikan dengan sektor yang menjadi sasaran. Untuk perikanan, koordinasi dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa. Adapun sektor pertanian dan peternakan diarahkan melalui kelompok tani dan kelompok ternak.

Indra menyebut, wilayah daerah pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Karas, Barat, dan Kartoharjo telah memiliki kelompok tani, peternak, serta kelompok perikanan. Keberadaan kelompok tersebut menjadi salah satu unsur pendukung dalam penyiapan program yang selaras dengan upaya memperkuat ketahanan pangan.

“Alhamdulillah, hari ini sejalan dengan visi Presiden kita, yaitu ketahanan pangan. Jadi sektor pertanian dan peternakan ini temanya nyambung, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah,” ungkapnya.

Selain kesiapan penerima, koordinasi antarkelompok dan wilayah juga menjadi perhatian untuk mencegah tumpang tindih bantuan. Indra mengatakan, pemerataan menjadi prinsip yang diupayakan agar program aspirasi dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan.

“Insyaallah siap. Kami juga sudah berupaya agar tidak terjadi tumpang tindih. Arahnya lebih kepada konsep pemerataan,” tandasnya. (Red)