Kerugian Puluhan Juta Menghantam Pelaku Usaha Kecil Akibat Banjir Di Ponorogo

PONOROGO – NARASINFO.ID Banjir besar yang melanda Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 15-16 Desember 2024 telah menyebabkan kerugian yang signifikan bagi pelaku usaha kecil di daerah tersebut. Banjir yang dipicu oleh jebolnya 6 tanggul yang mengakibatkan air bah menghantam wilayah Ponorogo ini memporak-porandakan ratusan usaha kecil.

Menurut data dari Dinas Koperasi dan UKM Ponorogo, setidaknya 500 pelaku usaha kecil telah terdampak banjir ini, dengan total kerugian mencapai Rp 50 miliar. Kerugian tersebut terutama disebabkan oleh rusaknya fasilitas usaha, hilangnya stok barang, dan terganggunya aktivitas usaha.”Kami kehilangan stok makanan puluhan juta dan fasilitas usaha kami rusak parah,” kata Ahya Lusingati , pemilik usaha Ana Ani Katering.

Musibah banjir merusak peralatan masak dan persediaan bahan makanan yang baru saja dibeli untuk pesanan acara besar yang harus dibatalkannya. “Semua dibatalkan pas banjir itu, Ada yang ngerti kondisinya karena sama-sama terdampak banjir. Ada yang kurang terima karena sudah mengandalkan katering kami untuk acara mereka. Ada client yang kita tidak punya nomor jadi tidak bisa dihubungi dan pas hari esoknya marah-marah gitu ya ada. Tapi balik lagi namanya musibah disini kita ga bisa maksa utk produksi. Bahan dan barang hilang rusak”

“Kami harus mengganti hampir seluruh stok bahan makanan yang rusak, belum lagi alat masak dan perlengkapan lainnya yang terendam air,” ujar Ahya yang sudah menjalani usaha katering bersama ibunya ini selama lebih dari 10 tahun di Rt 03 Rw 01 Josari Jetis Ponorogo.

Banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan tinggi ini telah menyebabkan kerusakan yang cukup parah di beberapa kawasan di Ponorogo, dengan banyak rumah dan usaha yang terdampak. Ahya berharap ada upaya lebih dari pihak terkait untuk mengurangi resiko banjir bandang di masa depan, agar tidak ada lagi pelaku usaha yang harus menanggung kerugian yang sama akibat bencana alam ini.

” Saya berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo harus bergerak cepat untuk memperbaiki tanggul yang jebol itu, biar musibah seperti ini tidak terjadi lagi” Ujarnya. ( Red )