MAGETAN | NARASINFO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, berkolaborasi dengan Yayasan Abhinaya Gantari Malika (Yagama), menggelar acara Gebyar Disabilitas Internasional pada Minggu (14/12/2024).
Acara yang berlangsung di Pendopo Surya Graha ini diadakan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional sekaligus meluncurkan buku karya anak disabilitas berjudul “Aku Istimewa di Bumi Mageti.”
Acara ini mengusung tema “Bersama Dalam Keberagaman”, yang mencerminkan semangat inklusivitas dan apresiasi terhadap potensi luar biasa penyandang disabilitas di Kabupaten Magetan.
Ketua Yagama Kabupaten Magetan, Nindita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Disabilitas Internasional adalah momentum untuk menghargai keberagaman dan potensi yang dimiliki oleh setiap individu, termasuk penyandang disabilitas.
“Buku ini bukan sekadar karya sastra, tetapi simbol perjuangan anak-anak disabilitas. Karya ini membuktikan bahwa mereka memiliki potensi luar biasa untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Nindita.
Buku “Aku Istimewa di Bumi Mageti” merupakan hasil kolaborasi antara anak-anak disabilitas di Magetan dengan para pembimbing. Karya ini berisi berbagai cerita inspiratif yang menggambarkan kehidupan, tantangan, harapan, dan impian mereka.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Magetan, perwakilan Dikpora, Dinas Arpus Magetan, dan Dinas PPKN PPPA Magetan. Tidak ketinggalan, keluarga dan teman-teman dari anak-anak disabilitas turut hadir untuk memberikan dukungan moral.
Peluncuran buku juga diiringi berbagai pertunjukan seni, seperti tarian dan musik, yang dibawakan oleh anak-anak disabilitas. Penampilan penuh semangat ini menciptakan suasana haru sekaligus kebanggaan, membuktikan bahwa mereka memiliki potensi besar di berbagai bidang.
Acara ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Magetan untuk mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas. Dengan melibatkan anak-anak disabilitas dalam kegiatan kreatif, pemerintah berharap mereka semakin percaya diri untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Buku “Aku Istimewa di Bumi Mageti” kini menjadi simbol bahwa keberagaman adalah kekuatan. Melalui kolaborasi ini, anak-anak disabilitas tidak hanya membuktikan kemampuan mereka, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk terus mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif dan berdaya. (Tik)
