MAGETAN | NARASINFO.ID – Dalam semangat kebersamaan yang melampaui perbedaan, Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Magetan menggelar Ibadah Natal bersama di Desa Puntukdoro, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Kamis (10/1/2025).
Desa yang dikenal sebagai kampung moderasi umat beragama ini menjadi simbol nyata keharmonisan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakatnya.
D0engan tema “Marilah Sekarang Kita Kembali ke Betlehem”, acara ini dihadiri oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Magetan, serta masyarakat sekitar, termasuk warga lintas agama. Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman justru memperkuat persatuan.

Ketua Bamag Magetan, Pendeta Kornelius Sadi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap Desa Puntukdoro yang telah menjadi teladan dalam menciptakan keharmonisan antarumat beragama.
“Hadirnya warga lintas agama dalam acara ini adalah wujud nyata toleransi dan rasa kebersamaan yang telah tertanam kuat di Kabupaten Magetan. Ini adalah cerminan dari semangat kasih Kristus yang mempersatukan,” ujar Pendeta Kornelius.
Ia juga menekankan bahwa Desa Puntukdoro dipilih sebagai lokasi perayaan Natal bersama karena nilai-nilai moderasi yang hidup di tengah masyarakatnya.
“Desa ini adalah bukti bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk saling mendukung. Kasih Kristus yang kita rayakan hari ini diharapkan mampu mempererat persatuan dan menginspirasi daerah lain,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Magetan, Khamin Jazuli, yang diwakili oleh Nolas Sugiarto, memberikan apresiasi atas semangat toleransi dan moderasi yang ditunjukkan warga Desa Puntukdoro.
“Kami sangat bangga dengan Desa Puntukdoro yang telah menjadi model kampung moderasi beragama. Keharmonisan di sini adalah hasil dari komitmen masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga nilai-nilai toleransi. Kehadiran warga dari berbagai agama di perayaan Natal ini menunjukkan bahwa persaudaraan itu nyata, bukan sekadar slogan,” ujar Nolas.
Acara yang berlangsung khidmat ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni tari dan drama bertema Natal yang dibawakan oleh anak-anak gereja. Penampilan ini menghidupkan pesan damai dan kasih yang menjadi inti dari perayaan Natal, sekaligus mempererat hubungan antara warga desa.
Doa lintas agama di akhir acara menjadi simbol harapan bersama akan kedamaian, persatuan, dan kemajuan Kabupaten Magetan.
Dengan semangat kasih yang dibawa melalui perayaan ini, Desa Puntukdoro diharapkan terus menjadi inspirasi nasional dalam mewujudkan harmoni di tengah keberagaman. Desa ini tidak hanya sekadar kampung, tetapi sebuah pesan damai yang menembus batas keyakinan.(Red)
