PUPR Magetan Raih Juara 1 INODA Award 2026 Lewat Inovasi Slurry Seal

MAGETAN | NARASINFO.ID – Inovasi pemeliharaan jalan berbasis pemanfaatan aset bekas mengantarkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan meraih Juara 1 Lomba Inovasi Daerah (INODA) Award 2026.

Inovasi tersebut dikembangkan Bidang Bina Marga PUPR Magetan dengan memodifikasi mesin pompa bekas dari sumur dalam milik Dinas Pengairan menjadi alat pengolah bubur aspal atau slurry seal.

Terobosan ini tidak sekadar menghidupkan kembali aset yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Teknologi tersebut juga dirancang untuk menjawab kebutuhan pemeliharaan jalan yang lebih efisien, rapi, dan ramah lingkungan.

Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari evaluasi terhadap metode pemeliharaan jalan yang selama ini masih menggunakan cara konvensional.

Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid

Menurutnya, penyiraman aspal cair yang dilanjutkan dengan penaburan pasir memiliki sejumlah persoalan di lapangan. Salah satunya adalah munculnya debu yang dapat mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan.

“Polusi debu pekat mengganggu warga sekitar dan pengguna jalan. Sisa pasir di permukaan jalan juga berisiko membuat pengendara roda dua tergelincir,” ungkap Muhtar, Selasa (19/8/2026).

Sebagai alternatif, PUPR Magetan mengembangkan penggunaan teknologi slurry seal. Metode ini menghasilkan lapisan permukaan jalan yang lebih rapi dan mulus serta dapat memperpanjang umur layanan permukaan aspal.

Dari sisi pembiayaan, penggunaan slurry seal juga dinilai lebih efisien dibandingkan pekerjaan menggunakan hotmix. Muhtar menyebut biaya hotmix dapat mencapai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan metode tersebut.

Meski menawarkan efisiensi, slurry seal tidak ditujukan untuk menangani seluruh jenis kerusakan jalan. Metode ini lebih tepat digunakan untuk kerusakan ringan dan sebagai bagian dari preventive maintenance atau pemeliharaan preventif guna menjaga kondisi permukaan jalan.

“Untuk jalan berlubang, harus melalui tahap penambalan atau patching terlebih dahulu sebelum dilapisi slurry seal. Menunda pelapisan permukaan jalan akan mempercepat kerusakan yang lebih fatal dan membutuhkan biaya jauh lebih besar,” jelas Muhtar.

Saat ini, alat hasil modifikasi tersebut masih dalam tahap uji coba di sejumlah titik. PUPR Magetan akan melakukan evaluasi dan penyempurnaan teknis sebelum meningkatkan kapasitas produksinya.

Ke depan, pengembangan alat juga diarahkan pada penggunaan armada truk penarik berkapasitas lebih besar. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemeliharaan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Magetan.

“Target jangka panjangnya, teknologi dan peralatan ini akan didistribusikan ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Kabupaten Magetan. Dengan begitu, setiap wilayah diharapkan mampu menjalankan pemeliharaan jalan secara mandiri, efisien, dan ramah lingkungan,” pungkas Muhtar Wakid. (Gus/ADV)