MADIUN | NARASINFO.ID – Tiga bersaudara basket, Narendra Sesar Crisandy, Juneanna Kayla Gala Crisandi, dan Queenisa Alya Crisandy, menekuni olahraga bola basket melalui latihan dan berbagai kompetisi di wilayah Madiun dan Magetan. Ketiganya merupakan anak pasangan Oki Cesar Crisandi dan Yustina yang juga aktif sebagai pembina TWC Basketball 3×3 Jawa Timur.
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam proses ketiganya menjalani latihan dan pertandingan. Bagi Oki dan Yustina, basket juga menjadi sarana membangun disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.
Narendra Sesar Crisandy, lahir 8 Oktober 2016, kini duduk di kelas 4 SDN Saint Bernadus. Ia mulai membangun kemampuan dasar dan pengalaman bertanding melalui latihan serta kompetisi yang diikutinya.
Juneanna Kayla Gala Crisandi, lahir 21 Juni 2014, merupakan siswi kelas 6 SDN 02 Mojorejo, Kota Madiun. Ia terus mengembangkan kemampuan bermain basket melalui latihan dan berbagai pertandingan.
Sementara itu, Queenisa Alya Crisandy, lahir 26 Mei 2011, kini duduk di kelas 9 SMP. Sebagai anak tertua, Queenisa terus mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.
Bagi ketiga bersaudara tersebut, basket tidak semata-mata menjadi aktivitas untuk mengejar kemenangan. Latihan dan pertandingan menjadi ruang untuk belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, serta keberanian menghadapi tantangan. Sebagai pembina TWC Basketball 3×3 Jawa Timur, Oki dan Yustina juga menekankan kepada anak-anaknya pentingnya menjalani latihan dengan disiplin dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.
“Yang terpenting bukan hanya soal menang atau kalah. Dari basket, anak-anak belajar menjadi petarung, disiplin, kompak dengan tim, menghargai lawan dan tidak mudah menyerah,” ujar Oki.
Menurut Oki dan Yustina, perjalanan menjadi atlet membutuhkan proses panjang. Karena itu, pembentukan karakter menjadi bagian yang mereka prioritaskan melalui olahraga. Dukungan keluarga, sekolah, pelatih, dan lingkungan olahraga menjadi bagian dari proses tiga bersaudara basket tersebut dalam mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
Ketiganya memiliki proses perkembangan yang berbeda sesuai usia dan pengalaman masing-masing. Latihan rutin dan keikutsertaan dalam pertandingan menjadi kesempatan bagi Narendra, Juneanna, dan Queenisa untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenal nilai kerja sama dalam tim. Lingkungan basket di Madiun dan Magetan juga menjadi ruang bagi mereka untuk menambah pengalaman bertanding.
