Semar Bangun Kayangan Meriahkan Pawai Ngariboyo

MAGETAN | NARASINFO.ID – Pawai Budaya Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, tampil berbeda dari karnaval pada umumnya. Tidak hanya menyajikan arak-arakan kendaraan hias, kostum, dan atraksi hiburan, tetapi juga mengangkat pesan moral melalui lakon pewayangan.

Peserta Pawai Budaya dari Desa Banyudono

Camat Ngariboyo, Agung Budiarto, bersama jajaran Forkopimca turut berpartisipasi dengan mengenakan kostum tokoh punakawan. Agung tampil sebagai Semar, sedangkan pejabat Forkopimca lainnya mengenakan kostum Gareng, Petruk, dan Bagong.

“Semar adalah simbol rakyat jelata yang mampu membangun hati dan jiwa agar pemimpin tetap fokus bekerja untuk masyarakat,” kata Agung, Sabtu (6/9/2025).

Lakon “Semar Mbangun Kayangan”

Tema “Semar Mbangun Kayangan” dipilih karena sarat makna. Menurut Agung, lakon ini merupakan bentuk edukasi moral yang menegaskan pentingnya seorang pemimpin mengutamakan kepentingan rakyat.

“Seperti peran yang kami tampilkan, Semar adalah tokoh sederhana yang berusaha memperbaiki jiwa dan mental para pemimpin. Pesan inilah yang ingin kami sampaikan dalam pawai budaya kali ini,” jelasnya.

Meriahkan HUT RI dan HUT Kecamatan Ngariboyo

Pawai Budaya Ngariboyo digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus menyambut HUT ke-23 Kecamatan Ngariboyo.

Sebanyak 12 desa, berbagai sekolah, serta organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ikut serta dalam kegiatan ini. Ribuan warga memadati rute hingga lokasi finis di sekitar panggung kehormatan perempatan Ngariboyo.

Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa pawai budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wahana edukasi untuk memperkuat nilai budaya dan moral di tengah kehidupan sosial. (Red)