MAGETAN | NARASINFO.ID – Memperingati Hari Jamu Nasional 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan menggelar kampanye minum jamu pada Selasa (27/5/2025). Acara berlangsung di halaman kantor Dinkes setempat dan melibatkan seluruh pegawai sebagai peserta aktif.
Dengan mengusung tema “Asuhan Mandiri Pemanfaatan Tanaman TOGA”, kampanye ini bertujuan menghidupkan kembali budaya minum jamu di tengah masyarakat. Kegiatan dimulai dengan sesi minum jamu bersama, yang sekaligus menjadi simbol pelestarian warisan budaya dan penguatan gaya hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Rohmat Hidayat, menegaskan pentingnya momen ini untuk mengajak masyarakat kembali mengenal jamu sebagai ramuan tradisional yang kaya manfaat.
“Hari Jamu Nasional adalah kesempatan emas untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap jamu. Warisan leluhur ini telah terbukti secara turun-temurun memiliki khasiat luar biasa bagi kesehatan,” ujar Rohmat.
Lebih lanjut, Rohmat menyampaikan bahwa jamu turut mendukung program prioritas nasional, khususnya dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Jamu berperan nyata dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit, terutama yang bersifat menular. Karena itu, mari jadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat dalam keluarga,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Magetan, Retno Dewi Sulitiyorini, menekankan pentingnya edukasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Menurutnya, masyarakat perlu lebih memahami manfaat TOGA agar tidak selalu bergantung pada obat berbahan kimia.
“Melalui kampanye ini, kami ingin masyarakat membudayakan konsumsi jamu dan mengenali berbagai jenis tanaman obat keluarga. Ini adalah langkah preventif sekaligus promotif dalam pelayanan kesehatan,” jelas Retno.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Dinkes Magetan akan terus melakukan pembinaan dan sosialisasi terkait manfaat jamu dan TOGA. Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat peran pengobatan tradisional di tengah masyarakat.
